Sunday, December 4, 2016

Ketika Bawaan Tertinggal di KRL Commuterline

Hai, ini postingan pertama setelah introduction post kmrn. Seperti dugaan saya, ternyata beneran susah ngisi blog tuh hahahha. Sebenarnya banyaaakk sekali cerita dan kejadian yang bisa dibagi, tapi selalu gak kesampaian mau nge-postnya. Merasa materinya kurang berbobot lah, gak sempet nulisnya lah, dan lain sebagainya. Jadi lah blog ini kosong terus selama ini wkwk

Anywaayy~
Kemarin saya menghadapi malam yang cukup melelahkan. Kenapa? Karena tas jinjing saya ketinggalan di KRL tujuan Jakarta Kota padahal saya mau ke Bekasi-____-

Jadi begini, saya ini mahasiswa tingkat akhir yang sedang gabut total, jadi agak males untuk bermalam lama-lama di kamar kos sementara kamar saya di rumah (yang merupakan tempat ternyaman sedunia) hanya berjarak 2 jam perjalanan naik kereta. Nah kemarin itu saya ke Bogor untuk bimbingan dengan dosen saya dan keesokan paginya sahabat saya tercinta ulang tahun, tapi saya sudah punya janji kontrol ke dokter gigi jam 6 pagi lusanya.

Pokoknya singkat cerita, bimbingan terlaksana dan suprise berhasil diberikan, dan malamnya sang sahabat menawarkan diri untuk traktir saya dan sahabat yang lainnya. Memang dasar mental anak kosan, denger kata traktir selalu tidak bisa menolak hahahaha. Jadi lah saya makan dulu, dan baru berangkat menuju St. Bogor jam stgh 8. Begitu sampai stasiun, ada pengumuman kereta tujuan Jakarta Kota di Jalur 3 akan segera berangkat. Sadar bahwa saya harus bergegas kalo tidak mau kemaleman sampe Bekasi, saya pun segera ambil langkah seribu lari-larian melewati ramainya orang di malam minggu untuk mengejar sang kereta (untung saya singset jadi gak nabrak satu orang pun wkwk). Ngos-ngosan saya lari sepenuh tenaga, dan begitu sampai di Jalur 3 dan tinggal sedikiit lagi saya berhasil masuk ke dalam kereta.......................pintu kereta tertutup dan kereta pun berangkat. Yak, saya tertinggal 3 langkah saudara-saudara, 3 langkah saja-______-

Akhirnya saya pun hanya bisa menerima getirnya nasib saya malam itu. Sudah lah malam minggu, jomblo, lari-larian sampe ngos-ngosan seperti orang gila, tetep ketinggalan kereta pula. Untungnya kereta tujuan Jakarta Kota selanjutnya sudah tersedia di Jalur 2. Jadi lah saya naik kereta yang dijadwalkan berangkat 20 menit lagi itu.

Nah kemarin itu saya bawa tas ransel dan tas jinjing yang isinya adalah buku-buku hasil pinjaman Perpustakaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan saya jadikan bahan pembuatan tugas akhir saya, dan beberapa barang lainnya.  Karena malas memangku keduanya sekaligus (dua-duanya berat soalnya), akhirnya tas jinjing saya letakkan di kabin di atas kepala saya, sedangkan tas ransel berisi laptop saya peluk erat-erat. Berangkat lah kereta, dan saya menikmati perjalanan sambil membaca Wattpad dan mendengarkan lagu.

Akhirnya, kereta sampai di Stasiun Manggarai. Saya pun bergegas turun dan pindah ke Jalur 4 untuk menunggu kereta tujuan Bekasi. Sekitar 5 menit saya menunggu, baru saya sadar bahwa tas jinjing saya tertinggal di kereta. Daaann kereta saya tadi sudah meluncur dari St Manggarai menuju stasiun pemberhentian selanjutnya. Astaghfirullah!!

Berhubung sudah pernah mengalami hal serupa (waktu itu saya terburu-buru pindah kereta di stasiun Jatinegara karena ada pemberitahuan bahwa kereta sebelah akan berangkat lebih dulu menuju St Manggarai. Walhasil saya memang lebih cepat sampai di St Manggarai, tapi tetep harus menunggu kereta yang saya tinggal tadi untuk menjemput tas saya yang tertinggal. Sepertinya saya memang jodohnya sama kereta yang itu wkwk) akhirnya saya segera lapor ke PKD (satpam yg biasa jaga di pinggir tiap jalur di stasiun). Kalo waktu itu, mas-mas PKDnya langsung ngomong-ngomong gitu di walkie-talkie di tangannya untuk memastikan tas saya masih ada dan sebentar kemudian saya disuruh tunggu di Jalur 3 untuk menerima tas saya dari pengamanan WALKA (satpam yg ada di dalem KRL) kereta yang bersangkutan. Nah, ternyata sama mas-mas PKD yang ini saya dibawa ke ruangan kotak kaca yg di sebelah Starbucks di St Manggarai (kalo biasa ke St Manggarai pasti tahu maksud saya) dan disuruh melapor sama petugas yg di dalam.

Ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di ruangan itu (ya iyalah, ngapain juga? wong tulisannya 'Selain petugas dilarang masuk' -,-). Nah ternyata itu adalah ruangan PAP alias Pengawas Peron. Jadi PAP itu yg mengatur lalu lintas kereta di stasiun yang bersangkutan, misalnya kereta ini nanti masuk di jalur berapa, kereta itu sudah aman untuk berangkat dan melanjutkan perjalanan, kereta ono harus tunggu dulu karena peron di stasiun sedang penuh, dll dll (Informasi ini saya simpulkan sendiri dari hasil persinggahan saya di sana sekitar 45-60 menit kemarin, jadi kalau salah mohon maaf dan koreksinya hehe).

Begitu saya masuk, ada 3 orang berseragam putih biru di dalam, dan ketiganya sedang sibuk. Satu orang duduk mengetik sesuatu di PC di depannya, satu orang memberi pengumuman melalui pengeras suara (itu loooh pengumuman sejenis  "Masih tersedia di Jalur 5, kereta tujuan Tanah Abang-Duri-Jatinegara" yang sering kamu dengar di stasiun"), satu orang lagi berdiri di dekat pintu mengawasi monitor berisi informasi kereta apa ada di mana. Saya pun langsung laporan kalo barang saya ada yg tertinggal, dan dipersilahkan duduk selagi menunggu petugas yg biasa mengurus tentang ini datang ke ruangan.

Tidak lama kemudian, petugas yang dimaksud datang, dan saya pun melapor dengan menyebutkan di kereta tujuan mana barang saya tdi tertinggal, di jalur berapa tadi kereta saya 'mampir' di St Manggarai, dari mana asal kereta yg tadi saya naik, di gerbong dan dekat pintu keberapa tadi saya duduk, barang apa yang tertinggal dan isinya apa. Itu yang saya sebutkan murni informasi yang memang saya ingat, jadi sebelum mas petugasnya nanya saya sudah nyerocos panjang lebar hahaha jadi saya gak tau deh sebenarnya informasi yang benar-benar diperlukan itu apa hehe. Kemudian masnya meneliti kereta mana yang sekiranya saya naiki tadi, dan mencoba menghubungi petugas di kereta bersangkutan. Tujuannya adalah menemukan barang saya secepatnya dan menurunkan barang saya di stasiun terdekat supaya mudah penjemputannya.

Setelah menunggu sekitar setengah jam, akhirnya dikonfirmasi bahwa tas saya sudah diamankan oleh petugas dan disimpan di St Sawah Besar. Lalu saya ditanya, ini tasnya mau diambil sekarang atau besok? Waktu itu jam sudah menunjukkan pukul setengah 10. Saya gak hapal jadwal kereta dan tidak tahu jam berapa kereta terakhir menuju Bekasi bertolak. Petugasnya bilang, sampai jam stgh 12 juga masih ada kereta tujuan Bekasi. Akhirnya, karena sudah kepalang tanggung, saya putuskan akan mengambil tas saya itu malam itu juga. Dibuatlah surat  kepemilikan barang buat ditunjukin ke petugas di St Sawah Besar. KTP dan Kartu Multi Trip saya diminta buat ngisi surat yang tadi. Setelah itu saya dipersilahkan menuju St. Sawah Besar untuk mengambil tas jinjing saya. Saya pun keluar dari ruangan itu setelah mengucapkan terima kasih banyak atas keramahan dan bantuan mas-mas petugas di dalam.

Akhirnya berangkat lah saya ke St. Sawah Besar. Di St. Sawah Besar saya diarahkan ke ruangan yang sama, cuma yang ini tempatnya lebih luas. Di situ saya akhirnya dipertemukan kembali dengan calon masa depan saya (tugas akhir yang tercinta), hard disk berisi seluruh foto sepanjang hidup saya dan koleksi film, serial, dan segala macem, payung saya satu-satunya yang telah menemani kehidupan saya di Kota Hujan selama bertahun-tahun, dan termos favorit saya. Tidak kurang sedikit pun, cuma susunannya agak berantakan karena td diacak-acak petugasnya untuk memastikan benar tidak itu tas yang saya maksud. Btw, tadinya tas jinjing itu juga akan saya masukkan pakaian kotor hasil bermalam di Bogor karena saya malas menumpuk pakaian kotor di kamar kos lama-lama. Untung gak jadi, karena pakaian kotor itu termasuk juga pakaian dalam pastinya._____.

Nah, waktu saya lagi ttd surat tanda terima barang, saya lihat di monitor kalo kereta tujuan Bekasi sudah nangkring di Jalur 2 St. Sawah Besar. Dalam hati saya berkata, alhamdulillahh saya bisa langsung pulang habis ini. Kemudian saya diminta foto, katanya untuk bukti ke petugas di St Manggarai kalo barangnya sudah saya ambil. Setelah kembali mengucapkan terima kasih saya pun kembali lari-larian menaiki tangga, takut ditinggal kereta (kalo di St. Sawah besar ruangan PAPnya di lantai bawah dekat pintu keluar). Di setengah perjalanan saya lihat keretanya masih nangkring, jadi saya melambatkan langkah, takut keserimpet juga soalnya saya memang suka aneh. Di jalanan lurus saja kadang suka kesandung sendiri, gimana di tangga hehehehe. Daaan sesampainya di tangga teratas, seperti deja vu, pintu kereta tertutup dan kereta pun berangkat. Sial kubik, ternyata nasib buruk saya malam itu masih berlanjut :"""""

Akhirnya saya pun duduk menanti kereta tujuan Bekasi datang. Tak lama terdengar pemberitahuan bahwa "Kereta tujuan akhir Stasiun Bekasi masih belum tersedia di Stasiun Jakarta Kota" dan lemas lah saya. Jam berapa saya harus sampai di Bekasii, sedangkan baterai saya hanya tinggal 10 persen dan saya tidak bawa powerbank??? Huftyy..... Maka saya pun menghubungi Bapak dan Ibu saya dengan memelas, dan mereka setuju membayar ongkos Grab saya dr Stasiun Sawah Besar ke rumah sebesar Rp. 108.000. Yeayyy!! Singkat cerita, setelah menempuh 1 jam perjalanan, sampai lah saya dengan selamat di rumah pada pukul 11.45. Fiuhhh, akhirnya selesai juga malam itu.

Kesimpulannya, ini lah yang harus Anda lakukan ketika barang Anda tertinggal di KRL Commuter Line:

- Jangan panik dan segera laporkan kepada petugas

- Ingat-ingat segala informasi yang berkaitan dengan kereta tempat barang Anda tertinggal. Contohnya stasiun tujuan dan di gerbong berapa Anda duduk, karena akan mempermudah pencarian

- Selanjutnya petugas akan mengonfirmasi ke kereta yang bersangkutan atau stasiun tujuan kereta selanjutnya untuk memastikan barang Anda masih ada.

- Apabila barang ditemukan, Anda akan kembali ditanya isi bawaan, jadi pastikan Anda mengetahui isi bawaan Anda dengan detail.

- Setelahnya kartu identitas dan tiket perjalanan kereta Anda akan diminta untuk dibuatkan Surat Kepemilikan Barang. Kemudian surat itu harus dibawa sendiri oleh Anda ke stasiun tempat barang Anda diamankan, alias Anda harus menjemput sendiri barang Anda.

- Sabar menunggu dan jangan marah-marah apabila petugas terkesan lambat, karena percayalah mereka berusaha semaksimal mungkin dan ingat bahwa barang tertinggal karena kesalahan Anda

Demikian postingan ini saya buat, semoga bermanfaat bagi yang baca hehe

Sunday, October 30, 2016

Introduction

Hello, Anak Kumbang's here~~

Ini post pertama banget, blm tau jg ini blog mau diisi apa. Sebenarnya udah lama kepengen punya blog, cuma selalu gagal direalisasikan karena ya itu, saya bingung mau diisi apa nanti ini blog. Tapi akhirnya memutuskan untuk bikin, terserah lah nanti mau diapain ini lapak wkwk

Oke, jadi baiknya saya kenalin diri dulu kali ya. Saya gamau sebut nama asli deh disini, pokoknya saya muslimah kelahiran tahun 1996 yang skrg berstatus mahasiswi di sebuah perguruan tinggi negeri. Btw kampus saya itu terletak di Jalan Kumbang dan berhubung saya udah hampir 3 tahun kuliah dan berkutat di sini, makanya saya namain diri saya Anak Kumbang wkwk. Ga cuma itu doang sih alasannya, cuma kayaknya enak aja didenger sebutan Anak Kumbang. Ga penting emang alasannya tapi yaudahlah yah hahaha

Saya itu tipe orang Ekstrovert dan Sanguinis (buat yg gatau artinya bisa search di Google atau nanti kemungkinan akan saya bahas di post lainnya), yang artinya saya itu suka ngomong. Saking banyaknya jadi bingung mau numpahin kemana karena ga semua orang seneng dengerin saya ngomong non stop, ya kan? Mungkin itu juga sih salah satu alasan juga kenapa akhirnya saya buat blog ini, sebagai 'tempat sampah'-nya saya kalo udah bingung mau dibuang kemana ini isi pikiran saya.

Saya juga (kata orang sih) pendengar yang cukup baik dan (kata orang juga) saya cukup bijak dalam menghadapi permasalahan. Karena itu biasanya saya selalu jadi tempat curhatnya orang-orang. Kata mereka, saya selalu punya jawaban atas semua masalah mereka, dari yg simpel sampe yg ribet luar biasa. Even though it's not the best, but they find an answer to their question. Meskipun kadang juga all you have to do is listen sih sebenarnya.

Nah ini juga alasan lain yg membuat saya akhirnya memutuskan untuk membuat blog ini. Karena saya telah mendengar banyak sekali masalah, mulai dr percintaan, soal kampus, kehidupan, dan mungkin sedikit soal agama. Itu sih sebenarnya yang membuat saya mampu menjawab pertanyaan mereka, karena saya telah mendengar banyak. Dari apa yg saya dengar itu juga pengetahuan dan pemikiran saya berkembang, sehingga saya merasa sayang sekali kalo hal ini saya simpan sendiri atau hanya saya berikan kepada seseorang atas jawaban dari pertanyaannya. Mungkin saya terdengar sok sekali, tapi yaa balik lagi sih, daripada saya simpan sendiri lebih baik dibagikan, siapa tau bermanfaat untuk orang lain kan?

Jadi kira-kira, isi postingan saya ke depannya kalo ga curhatan saya ya hasil pemikiran saya yang sok bijak wkwk atau mungkin sedikit sharing tentang hidup saya yang cukup menarik menurut saya. Isinya mungkin ga selalu sejalan dengan apa yg kalian anggap benar, atau sama dengan pemikiran kalian. Tapi anggap saja ini lahan sharing, sehingga kalian tau sisi lain dari suatu hal yg mungkin kalian ga pernah pikirkan. So, comments are most welcomed, apabila memang ada yg membaca hehe. Kalo gaada juga gapapa sih, toh ini niatnya cuma jadi tempat sampah saya kan wkwkwk

Yaudah kalo gitu saya pamit yah, sampai ketemu lagi di postingan selanjutnya ^^